Program saya bersama TUK | My programs with TUK ~ Teater Utan Kayu ~ The Underground Kelas
Jln. Utan Kayu 68 H Jakarta.

in Indonesian

Pasca Marxisme dan Amerika Latin

Adakah tantangan jitu terhadap kapitalisme liberal? Amerika Latin adalah salah satu wilayah dimana pemikiran kiri dipergulatkan dengan gelora dan darah. Sekalipun dalam gempuran rezim militer anti komunis dukungan Amerika Serikat, dari sana lahir pemikiran kritis seperti Teologi Pembebasan dan Teori Ketergantungan yang pernah sangat bergema di dunia—juga di Indonesia pada era 70-an dan 80-an. Setelah Perang Dingin usai, kita semakin membutuhkan kritik terhadap kapitalisme liberal dan, karenanya, semakin perlu mempelajari keberhasilan dan kegagalan pemikiran kiri dan praksisnya.

Seri kelas filsafat ini membahas beberapa pokok perkembangan pemikiran politik “pasca Marxisme” dari Jerman (Mahzab Frankfurt) hingga Amerika Latin. Diadakan dalam rangka Festival Sastra dan Gagasan (LIFEs, Literature and Ideas Festival) Salihara, bekerja sama dengan Teater Utan Kayu.

Jadwal & Tema:
7 Juli 2017: Teologi Politik: J. B. Metz & Juergen Moltmann (Pembicara: Trisno S. Sutanto)
21 Juli 2017: Teologi Pembebasan (Pembicara: A. Sunarko)
11 Agustus 2017: Marx dan Mazhab Frankfurt (Pembicara: Franz Magnis-Suseno)
25 Agustus 2017: Politik Pembebasan: Guttierez & Enriqué Dussel (Pembicara A. Setyo Wibowo)

Tempat: Teater Utan Kayu, Jln Utan Kayu 68H Jakarta Timur

Philosophy Underground 2017: Filsafat Politik

 

Belajar filsafat bersama saya (bukan pada saya). Dalam suasana santai..

 

Satu semester kelas informal Philosophy Underground 2017 kali ini bertema Filsafat Politik.
Dunia memasuki ketegangan politik baru seusai Perang Dingin. Demokrasi dipertanyakan. Agama bangkit dalam bentuknya yang penuh kekerasan. Konteks sekarang mendesak kita mempelajari kembali pemikiran politik yang telah membentuk dunia. Kelas biasanya dilanjutkan dengan obrolan santai di Kedai Tempo:

Waktu: Jumat tanggal ganjil Maret-Agustus 2017, pukul 19:00-21-00 (lihat jadwal di bawah)
Tempat: Teater Utan Kayu, Jln. Utan Kayu 68 H Jakarta Timur

Jadwal sementara:

SERI I. FILSAFAT POLITIK KLASIK
3 Maret: Platon: politik totalitarian atau postmodern? (Pembicara: A. Setyo Wibowo)
17 Maret: Thomas Aquinas: Genealogi HAM (Pembicara: Andang Binawan)
31 Maret: Rousseau dan Revolusi Prancis: Agama dan Negara (Pembicara: A. Setyo Wibowo)
7 April: Kant dan Hegel: Kosmopolitanisme & Negara Organik (Pembicara: Fitzerald K. Sitorus)

SERI II. PASCASEKULARISME & POSFONDASIONALISME
21 April: Jacques Rancière: Demokrasi Radikal (Pembicara: Sri Indiyastuti)
5 Mei: Sayyid Qutb: Revivalisme Islam (Pembicara: Abdul Hakim)
19 Mei: Juergen Habermas: Demokrasi di Era Post-Sekular (Pembicara: A. Sunarko)
9 Juni: E. Laclau: Post-foundasionalist? (Pembicara: Ito Prajna-Nugroho)

SERI III. PASCA-MARXISME & AMERIKA LATIN
7 Juli: Marx dan Mazhab Frankfurt (Pembicara: Fitzerald K. Sitorus)
21 Juli: Teologi Pembebasan (Pembicara: A. Sunarko)
11 Agustus: Teologi Politik: J. B. Metz & Juergen Moltmann (Pembicara: Trisno S. Sutanto)
25 Agustus: Politik Pembebasan: Guttierez & Enriqué Dussel (Pembicara A. Setyo Wibowo)

Program ini gratis, tapi kami menginginkan komitmen Anda. Silakan mendaftar per seri (Seri I, II, III) yang bisa Anda hadiri dengan komitmen. Peserta yang hadir pada sembilan kali dalam keseluruhan seri berhak meminta dan mendapat sertifikat.

Pendaftaran: kontak.teaterutankayu@gmail.com

Philosophy Underground 2016

 

Philosophy Underground 2016:
Sesi 1, 19 Mei: tentang Marx (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 2, 9 Juni: tentang Nietzsche (oleh A. Setyo Wibowo)
Sesi 3, 23 Juni: tentang Freud (oleh Ito Prajna-Nugroho)
Sesi 4, 21 Juli: tentang Kant (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 5, 11 Agustus: tentang Hegel (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 6, 25 Agustus: tentang fenomenologi Husserl dan Heidegger (oleh Ito Prajna Nugroho)
Sesi 7, 1 September: tentang eksistensialisme Camus dan Sartre (oleh A. Setyo WIbowo)
Sesi 8, 15 September: tentang Emmanuel Levinas (oleh Anugrah Bayu)
Sesi 9, 29 September: tentang Derrida (oleh A. Setyo Wibowo)
Sesi 10, 13 Oktober: tentang Foucault (oleh Trisno Sutanto)

Belajar filsafat bersama saya...

Suasana di Kedai Tempo, Teater Utan Kayu (TUK)

...bukan pada saya, tetapi bersama saya

Sejak 2016 saya mengundang “kelompok Burung Hantu” dari STF Driyarkara untuk  memberi satu semester kelas filsafat di Teater Utan Kayu (TUK). Saya juga mengundang siapapun yang minat filsafat untuk ikut belajar bersama saya pada mereka.

Kelas ini dinamai Philosophy Underground. Terutama, karena diadakan di Teater Utan Kayu, yang letaknya sedikit di bawah tanah. Kedua, karena kita akan belajar tentang beberapa pemikir abad ke-20 yang memberi dasar dan arah pemikiran yang ada sekarang. Kelas ini sangat berguna untuk anak-anak muda yang minat filsafat tapi merasa sulit untuk mengetahui peta besar sejarah pemikiran dunia.

Siapakah "kelompok Burung Hantu" atau Burhan atau Minerva yang saya undang ini? Mereka adalah kelompok studi informal yang berawal dari mahasiswa dan dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Penggagasnya, terutama adalah A. Setyo Wibowo, seorang yesuit lulusan S3 Universitas Sorborne, dan Ito Prajna Nugroho, lulusan S2 STF Driyarkara.