Belajar filsafat bersama saya (bukan pada saya). Dalam suasana santai. Di Teater Utan KayuJln. Utan Kayu 68 H Jakarta Timur. 

in Indonesian

Platon dan Aristoteles karya Raphael di Kapel Sistine, Vatikan. Platon menunjuk ke atas (dunia ide). Aristoteles menekankan dunia materi. Perdebatan itu terus bergema hingga hari ini.

Philosophy Underground 2018: Menjadi Saleh Bersama Filsafat

Tampil saleh adalah salah satu trend masa kini. Berbusana saleh, beramal sambil selfie, ziarah dan meditasi sambil wisata, plus mengunggah semua itu ke sosmed. Tentu saja, ada yang menolak kesalehan narsis macam itu, dan mengusahakan kesalehan yang lebih otentik. Jadi, apa itu kesalehan yang belakangan ini makin digemari?

Philosophy Underground tahun 2018 ini mengajak kita menelusuri gagasan-gagasan tentang kesalehan dalam sejarah filsafat. Apa dan bagaimana perdebatan para filsuf dari pelbagai latar—Yunani, Kristen, Islam, sekular—dalam rentang 2000 tahun lebih?

Philosophy Underground diadakan pada Jumat tanggal ganjil (kecuali Mei 18), pukul 19:00-21:00 pada jadwal yang tercantum di bawah ini.
Tempat: Teater Utan Kayu, Jln. Utan Kayu no. 68H Jakarta Timur

Gratis, dengan pendaftaran. Daftar: kontak.teaterutankayu@gmail.com

Jadwal:

SERI III: SALEH ZAMAN NOW
Lima sesi mengulas pemikiran moral dan etika dalam filsafat abad ke-20.
September 7: Saleh melalui Empati: Husserl (Ito Prajna-Nugroho, Y.D. Anugerah Bayu)
September 21: Kritik atas McIntyre (Ito Prajna Nugroho, A. Setyo Wibowo)
Oktober 5: Ekonomi yang saleh: Polanyi dan Amartya Sen (Y. Prastowo, A. Setyo Wibowo)
Oktober 19: Etiva vs Ontologi: Levinas (Anugerah Bayu, Setyo WIbowo)
November 2: Etika Komunikatif: Habermas (Fitzerald Kennedy Sitorus, Trisno Sutanto)

Program Lalu:

Philosophy Underground tahun 2018 ini mengajak kita menelusuri gagasan-gagasan tentang kesalehan dalam sejarah filsafat. Apa dan bagaimana perdebatan para filsuf dari pelbagai latar—Yunani, Kristen, Islam, sekular—dalam rentang 2000 tahun lebih?

Jadwal yang telah lewat:

SERI I: SALEH GAYA KLASIK
Empat sesi mengulas gagasan moral dan kebijaksanaan dalam tradisi Yunani, Kristen, Islam, hingga Jawa.
April 13: Platon dan Jiwa nan Elok (Pembicara/Moderator: A. Setyo Wibowo, Ito Prajna-Nugroho)
April 27: Thomas Aquinas dan Moralitas Abad Pertengahan (Franz Magnis-Suseno, Fitzerald Kennedy Sitorus)
Mei 11: Kesalehan dalam Filsafat Islam (Neng Hanna, Trisno Sutanto)
Mei 18: Jalan Tengah Aristoteles (A. Setyo Wibowo, Yulius Tandyanto)
Mei 25: Etika Jawa (Franz Magnis-Suseno, Ito Prajna-Nugroho)

SERI II: SALEH TANPA TUHAN

Lima sesi mengulas perkembangan gagasan moral yang akhirnya melepaskan diri dari ajaran agama; kesalehan yang menekankan kemandirian manusia.
Juli 27: Darah Dingin Kaum Stoa (A. Setyo Wibowo, Ito Prajna-Nugroho)
Agustus 3: Ukuran Baru: Rasio dan Nilai Guna: Spinoza & John Stuart Mill (Ito Prajna-Nugroho,Yulius Tandyanto)
Agustus 17: Kesalehan Mutlak Maxim Moral dari Kant (Fitzerald Kennedy Sitorus, Trisno Sutanto)
Agustus 31: Nietzsche dan Kesalehan Ekstrem “Superman” (A. Setyo Wibowo, Yulius Tandyanto)

Seri Pembacaan & Diskusi Drama Yunani Klasik

 

SERI PEMBACAAN DAN DISKUSI NASKAH DRAMA YUNANI KLASIK

Belajar filsafat lewat drama. Drama Yunani adalah salah satu sumber klasik seni dan pemikiran sampai sekarang. Kita wajib mengetahuinya. Seri Pembacaan dan Diskusi Drama Yunani Klasik adalah pengantar untuk menikmati dan memahami teks yang berpengaruh besar pada peradaban dunia. Kita akan mendengar pembacaan dramatik beberapa petikan naskah, penjelasan filosofisnya, dan berdiskusi. Pembacaan oleh: Teater Kedai. Diskusi bersama Harry Tjahjadi (penerjemah & sarjana filsafat), Hendromasto (kurator & pegiat teater) dan pembicara tamu.

Diadakan pada:
Hari Jumat tanggal ganjil: Januari 19; Februari 9, 23; Maret 9, 23, 2018
Pukul: 19:00 - 21:30
Tempat: Teater Utan Kayu, Jln. Utan Kayu 68H Jakarta Timur

Jadwal:
Januari 19: Oidipus Raja (naskah Sophokles)
Februari 9: Oidipus di Kolonos (naskah Sophokles)
Februari 23: Antigone (naskah Sophokles)
Maret 9: Kodok-Kodok (naskah Aristophanes)
Maret 23: Lysistrata (naskah Aristophanes)

Gratis. Langsung datang.

Philosophy Underground 2017: Filsafat Politik

 

Satu semester kelas informal Philosophy Underground 2017 kali ini bertema Filsafat Politik.
Dunia memasuki ketegangan politik baru seusai Perang Dingin. Demokrasi dipertanyakan. Agama bangkit dalam bentuknya yang penuh kekerasan. Konteks sekarang mendesak kita mempelajari kembali pemikiran politik yang telah membentuk dunia. Kelas biasanya dilanjutkan dengan obrolan santai di Kedai Tempo:

Waktu: Jumat tanggal ganjil Maret-Agustus 2017, pukul 19:00-21-00 (lihat jadwal di bawah)
Tempat: Teater Utan Kayu, Jln. Utan Kayu 68 H Jakarta Timur

Jadwal:

SERI I. FILSAFAT POLITIK KLASIK
3 Maret: Platon: politik totalitarian atau postmodern? (Pembicara: A. Setyo Wibowo)
17 Maret: Thomas Aquinas: Genealogi HAM (Pembicara: Andang Binawan)
31 Maret: Rousseau dan Revolusi Prancis: Agama dan Negara (Pembicara: A. Setyo Wibowo)
7 April: Kant dan Hegel: Kosmopolitanisme & Negara Organik (Pembicara: Fitzerald K. Sitorus)

SERI II. PASCASEKULARISME & POSFONDASIONALISME
21 April: Jacques Rancière: Demokrasi Radikal (Pembicara: Sri Indiyastuti)
5 Mei: Sayyid Qutb: Revivalisme Islam (Pembicara: Abdul Hakim)
19 Mei: Juergen Habermas: Demokrasi di Era Post-Sekular (Pembicara: A. Sunarko)
9 Juni: E. Laclau: Post-foundasionalist? (Pembicara: Ito Prajna-Nugroho)

SERI III. PASCA-MARXISME & AMERIKA LATIN
7 Juli: Marx dan Mazhab Frankfurt (Pembicara: Fitzerald K. Sitorus)
21 Juli: Teologi Pembebasan (Pembicara: A. Sunarko)
11 Agustus: Teologi Politik: J. B. Metz & Juergen Moltmann (Pembicara: Trisno S. Sutanto)
25 Agustus: Politik Pembebasan: Guttierez & Enriqué Dussel (Pembicara A. Setyo Wibowo)

Program ini gratis, tapi kami menginginkan komitmen Anda. Silakan mendaftar per seri (Seri I, II, III) yang bisa Anda hadiri dengan komitmen. Peserta yang hadir pada sembilan kali dalam keseluruhan seri berhak meminta dan mendapat sertifikat.

Pendaftaran: kontak.teaterutankayu@gmail.com

Philosophy Underground 2016

 

Philosophy Underground 2016:
Sesi 1, 19 Mei: tentang Marx (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 2, 9 Juni: tentang Nietzsche (oleh A. Setyo Wibowo)
Sesi 3, 23 Juni: tentang Freud (oleh Ito Prajna-Nugroho)
Sesi 4, 21 Juli: tentang Kant (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 5, 11 Agustus: tentang Hegel (oleh Fitzerald Kennedy)
Sesi 6, 25 Agustus: tentang fenomenologi Husserl dan Heidegger (oleh Ito Prajna Nugroho)
Sesi 7, 1 September: tentang eksistensialisme Camus dan Sartre (oleh A. Setyo WIbowo)
Sesi 8, 15 September: tentang Emmanuel Levinas (oleh Anugrah Bayu)
Sesi 9, 29 September: tentang Derrida (oleh A. Setyo Wibowo)
Sesi 10, 13 Oktober: tentang Foucault (oleh Trisno Sutanto)

Belajar filsafat bersama saya...

Suasana di Kedai Tempo, Teater Utan Kayu (TUK)

...bukan pada saya, tetapi bersama saya

Sejak 2016 saya mengundang “kelompok Burung Hantu” dari STF Driyarkara untuk  memberi satu semester kelas filsafat di Teater Utan Kayu (TUK). Saya juga mengundang siapapun yang minat filsafat untuk ikut belajar bersama saya pada mereka.

Kelas ini dinamai Philosophy Underground. Terutama, karena diadakan di Teater Utan Kayu, yang letaknya sedikit di bawah tanah. Kedua, karena kita akan belajar tentang beberapa pemikir abad ke-20 yang memberi dasar dan arah pemikiran yang ada sekarang. Kelas ini sangat berguna untuk anak-anak muda yang minat filsafat tapi merasa sulit untuk mengetahui peta besar sejarah pemikiran dunia.

Siapakah "kelompok Burung Hantu" atau Burhan atau Minerva yang saya undang ini? Mereka adalah kelompok studi informal yang berawal dari mahasiswa dan dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Penggagasnya, terutama adalah A. Setyo Wibowo, seorang yesuit lulusan S3 Universitas Sorborne, dan Ito Prajna Nugroho, lulusan S2 STF Driyarkara.